Selamat Hari Ibu Nasional 22 Desember 2025
#TemanPemilih, Memperingati Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momen refleksi untuk memahami makna besar peran seorang ibu dalam kehidupan. Hari Ibu menjadi simbol kasih sayang, pengorbanan, ketulusan, dan kekuatan perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Ibu adalah sosok yang pertama kali menanamkan nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta tanah air. Dari ibu, lahir generasi yang berkarakter dan berintegritas.
Hari Ibu juga menjadi simbol penghargaan terhadap perjuangan perempuan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Ibu tidak hanya berperan di dalam rumah tangga, tetapi juga aktif di ruang publik sebagai pendidik, pekerja, pemimpin, dan penggerak sosial. Oleh karena itu, Hari Ibu adalah pengingat bahwa perempuan memiliki hak, peran, dan kesempatan yang setara untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dalam konteks demokrasi, peran ibu sangatlah strategis. Ibu memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara berpikir dan sikap anggota keluarga, termasuk dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai demokrasi seperti keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab dapat ditanamkan sejak dini melalui teladan seorang ibu di rumah. Dengan demikian, ibu menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hari Ibu memiliki makna yang sangat relevan dan mendalam. KPU memandang perempuan, khususnya para ibu, sebagai mitra strategis dalam memperkuat demokrasi dan meningkatkan kualitas pemilu. Ibu berperan besar dalam pendidikan pemilih, terutama dalam membentuk sikap pemilih pemula agar memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar, jujur, dan bertanggung jawab.
Hari Ibu juga menjadi momentum bagi KPU untuk menegaskan komitmennya dalam mendorong partisipasi perempuan dalam setiap tahapan pemilu. Perempuan tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penyelenggara, pengawas, dan penggerak partisipasi masyarakat. Keterlibatan perempuan yang lebih luas akan memperkuat prinsip pemilu yang inklusif, adil, dan berintegritas.
Melalui peringatan Hari Ibu, KPU diingatkan bahwa demokrasi perlu dirawat dengan nilai-nilai yang juga dimiliki seorang ibu: kesabaran, kejujuran, kepedulian, dan ketulusan. Semangat Hari Ibu adalah semangat merawat demokrasi agar tetap sehat, berkeadilan, dan berpihak pada masa depan generasi bangsa.